Ut Unum Sint
- Paus Yohanes Paulus II
- Libreria Editrice Vaticana
- Vatican City
- 1995 M
Yohanes Paulus II menyajikan upaya mencapai kesatuan umat kristiani, yang didorong oleh Konsili Vatikan II dan mendekatnya Yubileum 2000, sebagai hal hakiki bagi kesaksian Gereja tentang Kristus. Karena perpecahan bertentangan dengan doa Kristus dan kesatuan yang diberikan dalam Baptisan, ekumenisme berupaya mengembangkan persekutuan yang belum sempurna menjadi persekutuan penuh dan kelihatan, dengan mengakui kebenaran serta kekudusan yang hadir dalam komunitas-komunitas kristiani lain sambil menegaskan kepenuhan Gereja Kristus dalam persekutuan Katolik. Jalan ini memerlukan perubahan hati, pertobatan, doa, kekudusan, pemurnian ingatan sejarah, dan dialog yang dipahami sebagai pertukaran karunia yang dipandu kebenaran, bukan irenisme palsu. Paus memberi perhatian khusus kepada Gereja-Gereja Timur: pencabutan ekskomunikasi tahun 1054, model “Gereja-Gereja Saudari” pada milenium pertama, “dua paru-paru” Timur dan Barat, serta dialog teologis yang berlanjut menunjuk kepada pemulihan persekutuan. Berbagi sakramen dengan umat Ortodoks dapat diizinkan dalam keadaan tertentu karena ikatan sakramental mereka yang erat dengan Gereja Katolik. Hubungan dengan komunitas-komunitas yang lahir dari Reformasi bertumpu pada baptisan, Kitab Suci, doa, kekudusan, dan pelayanan bersama, sambil menghadapi perbedaan mengenai otoritas, pelayanan, Tahbisan, sakramen-sakramen, dan Ekaristi. Dokumen ini menunjukkan pelayanan Petrus oleh Uskup Roma sebagai pelayanan kasih yang rendah hati dan mengundang pembahasan mengenai bentuk primat yang dapat diterima umat kristiani lain. Kesatuan mutlak diperlukan bagi evangelisasi yang dapat dipercaya, dan semua yang telah dibaptis dipanggil mengupayakannya melalui doa, rekonsiliasi, rasa syukur, dan pengharapan.
Baca selengkapnya